CORATCORETCARUT

CORATCORETCARUT “MERDEKA”

merdeka.jpg

Sedikit coratcoretcarut saya, kenapa ada yang belum merdeka:

1. Kebebasan beragama atau meyakini yang diyakini sebagai agama.

Kita tahu kebebasan beragama diatur dalam UUD 1945 yang menjamin setiap orang Indonesia untuk beribadah sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing artinya tidak ada paksaan dalam menganut agama dan meyakini suatu agama, dan tidak berubah walaupun UUD 1945 sudah di amendemen di DPR. Indonesia bukanlah Negara Islam, akan tetapi Negara yang memiliki berbagai macam agama. Ada beberapa agama yang diakui oleh pemerintah termasuk aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa. Berarti Negara juga menjamin akan kebebasan berkeyakinan. Bukan berarti kita setuju dengan keyakinan yang menodai suatu agama tertentu, akan tetapi hendaknya pemerintah memberikan ketegasan “garis merah” apa yang harus dijamin dalam kebebasan beragama tersebut. Dalam artian, apapun yang menodai suatu agama hendaknya ditindak tegas.

(1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Disadari atau tidak oleh pemerintah, ketidak-tegasan tersebut banyak menimbulkan pro & kontra terhadap suatu keyakinan yang akhirnya memecah belah umat suatu agama khususnya, persatuan bangsa umumnya.

2. Kebebasan Ekonomi

Kebebasan ekonomi (memenuhi kebutuhan hidup) rakyat Indonesia ibarat sedang koma, mati segan, hidup tak mau. Disisi lain pemerintah menyatakan pertumbuhan ekonomi rakyat menengah ke bawah sedang tumbuh. Padahal kenyataannya benar-benar koma. Lihat saja, sedikit “digoyang” dengan kenaikan BBM, semua sector ekonomi rakyat seakan “ditikam” dan latah ikut-ikutan naik. Harga sembako naik, biaya transport/angkutan naik, padahal jika pemerintah tidak “buta”, seharusnya banyak sumber pendapatan Negara yang bisa diolah. Dengan memperkuat sektor pertanian dan potensi kelautan Indonesia

3. Kemerdekaan Pendidikan

Pendidikan di Indonesia sangat mahal. Padahal jika biaya pendidikan murah (kalau perlu gratis) banyak potensi SDM dari anak-anak Indonesia. Contoh, sudah banyak anak-anak Indonesia juara sains, matematika dan fisika tingkat dunia. Kenyataan yang ada, untuk masuk sekolah lanjutan pertama saja membutuhkan biaya jut-jut, apalagi untuk kuliah pasti pul-jut.

4. Kemerdekaan Hukum

Sudah maklum hukum Indonesia amburadul, mandul, tumpul, dan yang lebih dahsyat aparatnya sendiri korup. Bagi saya efek jera lebih ampuh bila dikeluarkan HUKUMAN MATI bagi koruptor.

Lalu ??? ….nikmatin aja dah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s