CORATCORETCARUT · NASIHAT

Diperbatasan antara timur Jakarta dan pinggir Depok

akhlak

Saya tinggal di sebuah daerah diperbatasan antara timur Jakarta dan Depok. Daerah yang tenang, sejuk, pokoknya daerah yang ideal untuk bermukim dan menghindari sumpeknya Jakarta yang penuh polusi. Polusi udara, polusi pergaulan, polusi iman dan sebagainya

Adalah asli Betawi yang menjadi mayoritas penduduknya. Yaaa…taulah kehidupan mereka, yang buka warung, punya kontrakan, ngojek, ngobyek bla bla bla. Ada juga sih pendatangnya dari Sumatera, Jawa, Tionghoa, dan lainnya.

Biasanya para pendatang ini punya usaha atau kerja kantoran. Termasuk saya yang keturunan Sumatera yang lahir di Jakarta, remaja di Pontianak – Bandung dan akhirnya bermukim di daerah ini.

Karena mayoritas adalah saudara kita dari Betawi, maka orang Muslim menjadi mayoritas. Terlihat ibu-ibu yang rajin ke Majlis Taklim atau bapak-bapaknya yang rajin ke mesjid atau taklim setelah maghrib dan isya. Kegiatan-kegiatan Islam juga sering dilaksanakan dari Maulid, Isra’ Mi’raj sampai acara sunatan “heboh” mengundang “kiai” kondang juga ada. Pokoknya semua kegiatan serba Islami, bahkan nongkrong sekelas “pos ronda” saja bisa sambil ngeluarin ayat atau hadis. AGAMIS ABIIIISSSS !!!!

Suatu ketika di daerah saya ada “orang baru” pindahan dari Grogol. Keluarga Pardede, pasti tahu dong dari ras apa ? dan non muslim pula. Setelah 1 bulan menetap, saya dan keluarga saya menilai keluarga Pardede ini keluarga yang baik, hangat, sopan, berpendidikan dan penuh toleransi. Tidak hanya dengan keluarga saya saja ( walaupun keluarga saya berbuntut “Siregar”) mereka baik, namun dengan siapa saja, suku apapun, agama apapun, mereka sangat baik.

Namun, kebaikan mereka tidak berbanding lurus dengan apa yang mereka terima dari orang-orang asli disana yang katanya “agamis abis”. Mereka kerap mendapat perlakuan yang jauh dari agamis, tidak adil, diskriminatif dan menyakitkan.

Pernah suatu ketika salah satu warga “asli” akan mengadakan hajatan pernikahan anaknya, namun dana yang dimiliki tidak mencukupi dari yang dibutuhkan. Biasalah gaya warga “asli” ini punya motto: BIAR TEKOR ASAL KESOHOR, pada hajatan tersebut harus ada Gambang Kromong, dangdutan dan lain-lain tanpa mempertimbangkan kemampuan. Entah mendapat gossip darimana sang warga tersebut mendapat kabar bahwa Keluarga Pardede ini dikenal suka meminjamkan uang tanpa bunga ataupun biaya lainnya.

Singkat cerita Keluarga Pardede ini ikhlas meminjamkan uangnya sebesar 10juta dengan syarat harus dikembalikan dalam waktu 2 bulan. Dan pada saat waktu yang sudah ditentukan, keluarga Pardede meminta uangnya yang sudah dipinjamkan kepada warga tersebut, namun apa yang diterima ??? Warga yang ditagih tersebut ingkar bahkan mengeluarkan ancaman.

“Eh orang keresten (Kr**ten), masih sukur lu diterima dimari jadi warga, lu tuh haram ada disini !!!, kalo berani-beranian nagih uang lu, gua ama warga disini bakal ngusir lu !!!”

Gilaaaaaa, beginikah akhlak seorang Muslim ? Beginikah umat Muhammad yang sangat toleransi ?

“Barang siapa menzalimi mu’ahad (orang kafir yang mengikat perjanjian dengan kaum Muslimin), atau mengurangi hak-hak orang tersebut atau memberikan beban padanya di luar batas kemampuanya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridaan dalam hatinya, maka aku (Rasulullah) yang akan menjadi pembela baginya di hari kiamat.” Abu Dawud, termasuk hadis hasan (Al-Bary, 1410 H: 215)

“Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman? Dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang yang tidak mengerti” Yunus (10) ayat 99 -100.

Akhirnya keluarga Pardede ikhlaskan uangnya yang hilang.

Diwaktu yang lain, keluarga Pardede mendapatkan perlakuan buruk lagi. Anjingnya mati diracun, padahal keluarga Pardede tidak pernah melepas anjingnya keluar. Jika salah satu keluarga Pardede keluar rumah melewati warga yang sedang berkumpul, ada celetukan warga,” adem kuping gua, kagak ada nyang gonggong lagi”.

Beginikah akhlak umat Muhammad ? Beginikah akhlak muslim yang rajin ke pengajian ? Beginikah akhlak muslim yang rajin ke masjid ?

Saya beserta keluarga tetap berhubungan baik dengan keluarga Pardede, bukan karena sama-sama satu daerah, namun agama yang saya anut, saya pahami, mengajarkan agar menjaga akhlak sebagai seorang muslim yang baik, akhlak bertoleransi antar sesama manusia dan antar agama agar selalu di kedepankan.

Ajaran yang dibawa oleh Rasulallah SAW. yaitu agama Islam, merupakan agama yang sempurna untuk seluruh umat manusia sepanjang masa. Rasulallah SAW. merupakan rasul akhir zaman. Sebagai rasul yang terakhir dan penutup para nabi, beliau diutus oleh Allah Swt. untuk seluruh umat manusia tanpa melihat asal suku dan bangsanya. Misi Rasulallah SAW. antara lain membawa ajaran Islam, menyempurnakan akhlak manusia, memberi kabar gembira dan peringatan kepada umat manusia, dan menyampaikan ajaran dari Allah Swt. kepada umat manusia.

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik budi pekertinya.”(HR. Ahmad)

“Aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”(HR. Bukhari)

“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) adalah benar-benar berbudi pekerti yamg agung.”(QS. Al-Qalam : 4)

 

Wallahu alam,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s