AGAMA · CORATCORETCARUT

Selamat Nataaaal….

49a90645926b353416386655d25f4c2e

Indonesia Negara yang majemuk, banyak keragaman mulai dari makanan, suku, bahasa, agama sampai partai politik juga banyak macemnya, korupsi juga banyak macemnya (halah ngemeng apa sih….)

Ada beberapa agama yang diakui di Indonesia; Islam sebagai mayoritas, Kristen Protestan, Katholik, Budha, Hindu, Kong Hu Chu dan penganut aliran kepercayaan dan dengan beberapa Perayaan Keagamaan Hari Raya/Hari Besar untuk agama-agama tersebut.

Ngomongin perayaan keagamaan di Indonesia, ada beberapa pendapat pro-kontra umat Islam mengenai pengucapan perayaan Natal untuk umat Kristen Protestan & Katholik. Namun kebanyakan orang Islam di negeri ini berpendapat bahwa mengucapkan selamat natal itu haram hukumnya.

Biasanya sih bagi paham Wahabi rujukannya adalah Ibnu Taimiyah (kitab Iqtidha’ Ash-shirath Al-Mustaqim). Wahabi dengan bersandarkan si-Ibnu Taimiyah beralasan bahwa mengucapkan selamat natal itu berarti mengakui atas kebenaran aqidah Kristen Protestan & Katholik yang mempercayai keberadaan tiga tuhan dan atau pembenaran atas ketuhanan nabi Isa alaihissalam. Juga para Wahabi “nyomot” pendapat Ibnul Qayyim,bahwa haram mengucapkan selamat kepada orang-orang Nasrani berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka karena mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan.

Kalo kata Cendikiawan Muslim yang juga tokoh Muhammadiyah, Dr. Dien Syamsudin MA, bahwa tidak masalah memberikan ucapan selamat Natal kepada kaum Nasrani, namun sangat melarang umat Muslim untuk ikut sakramen/ritual Natal/ritual keagamaan agama lain

Ada pendapat yang sama dari Rais Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, “Hukum mengucapkan selamat hari Natal bagi setiap muslim tidak bisa diseragamkan karena hukum suatu perbuatan bisa berbeda antara satu orang muslim dari orang muslim lainnya lantaran perbedaan keadaannya dan situasinya. Artinya, tidak mutlak haram. Menjadi berhukum boleh apabila diniatkan untuk menunjukkan keutamaan ajaran Islam dari sisi akhlak.

Asalkan tidak diiringi keyakinan yang bertentangan dengan aqidah Islamiyah, sedangkan ucapan tersebut ditujukan kepada orang yang memiliki kedekatan seperti saudara atau rekan bisnis yang juga menghormati umat Islam. Dalam situasi sebaliknya hukum mengucapkannya bisa berhukum haram”. Tambahnya,”mengucapkan selamat hari Natal bagi seorang muslim adalah persoalan ijtihadiyyah, karena tidak terdapat teks al-Qur’an maupun al-Hadits yang secara tegas melarangnya. Oleh karena itu, wajar jika kemudian masalah ini setiap masa menjadi objek perbedaan pendapat”.

Al-Mumtahanah ayat 8, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang yang tiada memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Sangat banyak ulama yang menyatakan hukum al-ibahah (kebolehan) mengucapkan selamat hari Natal dengan alasan antara lain karena tidak ada satupun dalil yang melarangnya dan sekedar mengucapkan selamat hari Natal itu bukan berarti mengakui kebenaran aqidah agama Nasrani yang berkonsekuensi membuat seorang muslim secara otamatis murtad (keluar dari agama Islam). Sebagaimana orang Nasrani yang mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada umat Muslim, tidak otomatis mereka menjadi menjadi muslim.

Seorang muslim berkewajiban untuk bersikap lebih santun dibandingkan dengan siapapun dari nonmuslim, seorang Muslim harus menunjukkan akhlak yang baik karena yang demikian itu merupakan salah satu tujuan diutusnya Rasulallah, “menyempurnakan akhlak”. Allah juga telah memerintahkan kepada umat Islam agar mempergauli mereka dengan sebaik-baiknya.

Islam terdiri dari 3 pilar:

  • akidah yang harus dipahami dan diyakini,
  • syariah berupa ketentuan-ketentuan hukum yg wajib diamalkan dan
  • akhlak yaitu norma-norma dalam interaksi manusia.

Ulama-ulama besar sepakat kalo kita tidak boleh mengorbankan akidah demi kerukunan hidup umat beragama maka dalam hal ini Umat Islam secara tegas dilarang menghadiri upacara/ibadah umat beragama lain, seperti perayaan natal, Karena bagaimanapun Islam menjunjung tinggi Isa Almasih a.s namun pandangannya tetap berbeda dengan umat kristen.

Jadi ?

Terserah anda menyikapinya secara bijak, jangan sampai kita sebagai umat Islam setiap tahunnya berpolemik antara apakah mengucapkan selamat Natal kepada saudaranya Kristiani yang merayakannya atau tidak. Karena Natal, umat Islam terbagi atas dua kubu, yang membolehkan dan yang mengharamkan, setahu saya tidak ada pihak yang sampai pada tingkat mewajibkan, yaitu berdosa kalau tidak mengucapkannya. Hakikatnya hukumnya mubah saja, yang mau melakukannya, silahkan, yang enggan juga tidak masalah.

Intinya tidak usah ngotot, saling mengkafirkan, mengucapkan Selamat Natal itu perlu bagi umat Muslim yang memiliki tetangga, teman kuliah/sekolah, kolega kerja, atau rekan bisnis yang beragama Nasrani sebagai sikap mutual respect.

Bagi yang tidak punya hubungan apapun dengan orang Nasrani, tentu saja ucapan itu tidak diperlukan.

Adapun pendapat yang tidak membolehkan adalah pendapat sebagian kecil ulama umumnya yang berlatarbelakang faham Wahabi Salafi yang memang dikenal ekstrim dan intoleran bahkan kepada kelompok lain dalam Islam sendiri.

Dan tahun berikutnya….masalah yang sama akan terulang…

Wallahu alam….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s