AGAMA · NASIHAT

Tertawa Tidak pada Tempatnya Berakibat Dosa

tertawa

Seorang penduduk padang pasir menemui Rasulullah saww dengan menunggangi anak untanya. Ketika berjumpa dengan Rasulullah saww, in pun memberi salam. Ia ingin mendekat dan bertanya kepada Rasullulah saww. Namun untanya malah berbalik ke belakang dan berlari menjauh. Jadinya, ia pun semakin jauh dari dari Nabi saww. Peristiwa ini terjadi berulang-ulang sampai tiga kali.

Pemandangan semacam ini menyebabkan sebagian sahabat tertawa (yang tidak pada tempatnya; bukannya menolong orang Arab itu agar dapat menyampaikan pertanyaannya, mereka malah tertawa). Tawa mereka dan ulah untanya menjadikan orang itu gusar. Dengan sekali pukulan keras, ia membunuh untanya.

Para sahabat berkata kepada Rasulullah saww, “Orang Arab itu membunuh untanya.”

Rasulullah saww bersabda, “Dan mulut kalian penuh dengan darahnya (unta).” (Yakni tawa kalianlah yang menyebabkan orang Arab bodoh itu gusar dan berbuat seperti itu. Kalian juga ikut andil dalam pembunuhan unta lemah itu. Mengapa kalian bersikap semacam itu?)

sumber: http://www.sadeqin.net/ml/ketabsara.php?s=259&e=&mod=4&id=29&page=261

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s