Uncategorized

Mengapa kadal pinokio berhidung panjang?

160822062834_kadal_cover_640x360_bbc_nocredit

Di hutan hujan Ekuador, hiduplah kadal kecil dengan hidung sangat panjang.

Lucas Bustamante pelan-pelan mengarahkan pointer lasernya ke sebuah dahan, 15 meter di atas tanah. Terlihat ada titik cahaya warna hijau dari pointer itu. Namun, saya tidak bisa melihat kadal yang baru ditemukan Bustamante. Saya hanya melihat ranting, daun dan lumut.

Jika memang ada kadal di sana, pasti sudah terkamuflase dengan baik oleh pohon yang mungkin merupakan rumahnya itu. Tanpa berpikir dua kali, Bustamante langsung memanjat pohon itu.

Dalam beberapa menit. Bustamante turun. Digenggamannya, ada seekor kadal yang jauh-jauh kami cari: kadal pinokio.

Kadal pinokio adalah misteri di dunia hewan. Meskipun terkenal, tidak banyak informasi mengenai spesies unik ini. Bahkan satu dekade yang lalu, tidak ada yang tahu kalau spesies ini masih ada.

160822062929_kadal_satu_640x360_bbc

Ilmuwan pertama kali menemukan dan mendeskripsikan tentang kadal pinokio pada 1956.

Beberapa tahun setelahnya, peneliti mulai mengumpulkan kadal pinokio. Semua kadal yang dikumpulkan adalah pejantan. Hingga akhir 1950an, semua informasi terkait kadal ini hanya diperoleh dari tujuh kadal tersebut.

“Lalu, selama hampir 40 tahun, tidak ada lagi yang menemukan hewan ini,” ungkap zoolog Jonathan Losos dari Universitas Harvard. “Orang-orang mulai berpikir kalau hewan ini punah.”

Spesies ini hanya ditemukan di Propinsi Pichincha, Ekuador, rumah bagi hutan Mindo, yang hanya memiliki luas 250 km persegi.

Penebangan hutan secara liar, diduga telah membuat kadal pinokio punah.

Hingga pada 2005, sekelompok pemerhati burung, tiba di hutan Mindo, yang merupakan tempat favorit untuk melihat burung kolibri. Salah satu anggota kelompok itu melihat seekor kadal pinokio melintas di jalanan hutan, hal yang janggal dilakukan hewan yang hidup di pohon.

Ketika orang-orang menyadari kalau kadal itu tidak punah, dua kelompok peneliti segera berekspedisi ke Mindo untuk mendokumentasikan mereka. Satu kelompok dari Amerika, kelompok lain dari Ekuador. Jika mereka beruntung, mereka juga dapat menemukan kadal pinokio betina juga; saat itu tidak ada yang tahu apakah si betina juga punya hidung panjang.

Ekspedisi tim Amerika, yang dipimpin biolog Universitas New Mexico, Steven Poe, mengeluarkan makalah singkat pada 2012, menjelaskan anatomi spesies ini yang didasarkan pada penelitian terhadap 20 ekor kadal pinokio. Dia mengonfirmasi bahwa hidung panjang hanya dimiliki hewan jantan.

Namun, penelitian ini tidak menjabarkan secara mendetail terkait perilaku kadal ini. Kemungkinan besar karena hewan ini ‘tidak banyak tingkah’.

160822062929_kadal_satu_640x360_bbc

Tim Poe kesulitan mencari data terkait perilaku hewan ini di siang hari. Tim hanya menemukan informasi terkait kebiasaan tidur mereka. Poe juga tidak tahu apa fungsi hidung panjang itu.

Sehingga, ketika Losos melakukan ekspedisi, dia pun berusaha menjawab pertanyaan yang jawabannya belum terungkap itu.

Dia dan timnya mencari kadal tersebut pada malam hari. Ketika sudah bertemu, mereka pun menandai lokasinya. Mereka kembali di lokasi yang sama, beberapa saat menjelang subuh. Kadal ini masih tidur di lokasi yang sama.

“Kami menunggu matahari terbit dan melihat kadal ini mulai aktif,” kata Losos. “Dari observasi seperti ini, kami segera menyadari mengapa tak banyak orang yang pernah melihat kadal pinokio.”

160822063459_kadal_lima_640x360_bbc_nocredit

Tidak hanya kamufalsenya sangat bagus, pergerakan kadal pinokio nyaris tidak menarik perhatian sama sekali.

Ketika Losos memperlihatkan kadal ini kepada pekerja konstruksi di dekat hutan, tidak ada yang mengaku pernah melihat hewan ini sebelumnya. “Bahkan penduduk setempat tidak pernah melihat hewan ini,” kata Losos.

Jadi, kadal pinokio bahkan sulit ditemukan di tempat di mana populasi mereka sendiri cukup banyak.

“Kadal pinokio terancam punah, dan penyebarannya sangat terbatas. Apalagi habitatnya di dahan pohon bagian atas,” kata Alejandro Arteaga, pendiri perusahaan ekoturisme, Tropical Herping. “Namun, di habitatnya, jumlah hewan ini ternyata lebih banyak dari yang semula kami kira.”

Peneliti pun mulai memecahkan misteri terkait hidung panjang hewan ini.

160822063545_kadal_enam_640x360_bbc_nocredit

Salah satu hipotesis awal menyebutkan bahwa hidung itu digunakan pejantan untuk bertarung. Namun, Losos menyadari itu tidak mungkin.

“Saya melihat hewan itu terantuk plastik, dan hidungnya lalu miring,” katanya. “Hidung mereka tidak kaku sama sekali, jadi tidak mungkin mereka bertarung menggunakan hidung itu.”

Baru-baru ini, biolog Ekuador, Diego Quirola mengamati perilaku kawin 11 ekor kadal pinokio, dan interaksi antara tiga pejantan, sebagai bagian dari tesisnya.

Quirola, seperti yang diduga Losos, menemukan bahwa hidung tidak digunakan kadal pinokio sebagai senjata. Hidung juga tidak penting dalam interaksi sesama jantan.

Meskipun begitu, Quirola menduga bahwa betina menggunakan hidung panjang itu sebagai ukuran kualitas pejantan sebagai pasangan kawin potensial. Di banyak spesies, betina memilih pejantan yang tampak lebih besar. Memiliki hidung panjang adalah salah satu cara bagi pejantan untuk terlihat besar.

160822063658_kadal_tujuh_640x360_bbc_nocredit

Itu mungkin benar, tetapi ada sejumlah fakta yang membuat dugaan itu tidak sepenuhnya tepat.

Salah satunya adalah fakta bahwa sejak kecil, hewan ini sudah berhidung panjang.

Ini hal yang janggal: kadal bertanduk lainnya hanya memiliki tanduk ketika mereka dewasa. Tidak ada yang tahu mengapa kadal pinokio punya tanduk (hidung) saat berusia begitu muda, sehingga disimpulkan tanduk itu tidak digunakan untuk menarik betina.

Selain itu, tim menemukan bahwa hidung hewan ini bisa bergerak naik dan turun. Tapi tidak jelas bagaimana caranya.

Kadal tidak punya otot di hidungnya. Namun, tampaknya kadal pinokio punya. Ini membuat hewan tersebut semakin aneh.

Kemungkinan, kadal menggerakkan hidungnya itu dengan menggunakan tekanan hidrostatis untuk mendorong cairan masuk ke jaringan. Ini berarti, hidung kadal pinokio bekerja mirip dengan penis.

160822063800_kadal_delapan_640x360_bbc_nocredit

Dari sisi ilmu pengetahuan, kadal ini masih menyimpan banyak misteri. Namun, perilakunya yang tidak banyak tingkah, telah membuat hewan ini selamat. Jika mereka gampang ditemukan, kadal pinokio akan berakhir di perdagangan hewan ilegal.

Namun, meskipun kadal pinokio termasuk dalam daftar terancam punah oleh Organisasi Penyelamatan Alam Internasional, pemerintah Ekuador tidak melakukan langkah spesifik untuk melindungi hewan ini.

Untung saja masyarakat setempat sudah mulai menyingsingkan lengan. Warga mulai menyadari keberadaan kadal pinokio dan kekayaan hayati daerahnya. Ini hal yang bagus bagi mereka, mengembangkan ekoturisme sekaligus menguntungkan secara finansial.

Ini berarti kadal pinokio masih punya harapan untuk ditemukan dan diteliti lebih dalam lagi.

Anda bisa juga membaca artikel ini dalam bahasa Inggris berjudul The strange reason why the pinocchio lizard has a long nose dan artikel lainnya di BBC Earth.

Sumber: http://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2016/08/160822_vert_earth_kadal_pinokio

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s