AGAMA · CORATCORETCARUT

ORANG KAFIR MANUSIA YANG SIA-SIA

“Amalnya orang kafir bukannya ga keitung ya? Sia2 di hadapan AllahSWT”

“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.” Ibrahim ayat 18

Begitu komen seorang teman pada timeline gambar di FB saya. Ini dia gambarnya…….

14291887_644305279085196_6038637694440601804_n

 

AHOK KAFIR ! KAFIR yang pernah silaturahmi  dengan 150 ulama DKI Jakarta…….dst, dst.

Pemikiran saya pada gambar tersebut adalah Ahok yang non muslim saja silaturahmi dengan para ulama di DKI. Itu adalah layaknya etika seorang yang diberikan amanat berupa jabatan gubernur untuk memimpin Jakarta. Artinya Ahok sangat menghormati kaum muslim di Jakarta. Etika toleransi…

Lalu Ahok juga memberangkatkan umroh penjaga masjid (merbot) di Jakarta. Tujuan Ahok agar menarik orang muslim untuk mau menjadi merbot yang bisa menyemarakkan masjid, menghidupkan masjid, menggairahkan semangat untuk ke masjid. Etika toleransi…

Kemudian memberikan bantuan sapi kurban pada Idul Adha, ada yang aneh ? Apakah masalah orang muslim menerima bantuan kurban dari non muslim. Saya lebih melihat bahwa hewan kurban tersebut merupakan bantuan pemerintah DKI (dalam hal ini Ahok sebagai kepala Daeraj DKI) untuk warganya yang sedang merayakan Idul Adha. Kewajiban pemda kepada warganya…

Memberikan Kartu Jakarta Pintar untuk siswa-siswi madrasah di Jakarta. Sekali lagi saya lebih melihat bahwa KJP tersebut merupakan bantuan pemerintah DKI. Dan seterusnya…dan seterusnya….

 

MASALAHNYA

Dengan bermodalkan surat Ibrahim ayat 18, teman saya ini menganggap menjadi non muslim itu sia-sia saja hidupnya. Saya bukan ahli tafsir untuk menafsirkan ayat tersebut, namun yang saya dapat pada setiap pengajian bahwa untuk tafsiran Quran setiap ayat tidak akan berdiri sendiri dan tidak akan kontra. Artinya antara ayat satu dengan yang lain akan saling menjelaskan, tidak terputus asbabunnya dan beberapa penjelasan lainnya. Intinya saya tidak berhak untuk “menafsirkan” karena factor ilmu.

Namun dari pengajian-pengajian yang pernah saya ikuti bahwa: Allah yang menjadi Tuhan saya adalah Allah yang Maha Adil terhadap semua ciptaannya. Apakah ciptaanNya itu manusia, binatang, jin, muslim, non muslim atheis sekalipun, Allah Maha Adil.

14705625_1287517437949691_1482249399712032224_n

Kemudian mengenai dosa, pahala, surga atau neraka bukan manusia yg menentukan, namun itu adalah Hak Allah. Dengan seenaknya saja manusia memberi penghakiman, “Ente masuk neraka !”, “Ente Kafir”, “Ahok bukan muslim, tetep aja masuk neraka!!”. Weddehhh…belajar jadi tuhan…

Dalam pemikiran saya, bagaimana status Thomas Alfa Edison non muslim dengan temuannya ? Bagaimana orang-orang Jepang dengan industri motornya yang membuat kita tidak naik onta lagi untuk bepergian ? Bagaimana dengan si-Kafir yang memberi manfaat dengan temuan listrik, telepon, pesawat dsb…dsb MASUK NERAKA !!!

14695427_1480050945354662_3697919103757370762_n

Saya memahami Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin, Islam sebagai Rahmat semua alam dan bukan Islam Perusak. Rasulallah diutus untuk menyempurnakan akhlak dan bukan perusak akhlak. Jadi saya sepakat dengan toleransi, namun iman itu urusan saya dengan Allah.

Okelah “….Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia)…”, artinya hidup sebagai non muslim itu sia-sia ? dan menjadi Muslim itu hidupnya tidak sia-sia ? Itukah keadilan tuhan terhadap yg tidak mengimaninya ?

Dari pengalaman saya “nongkrong” dengan teman2 ada satu cerita namun saya lupa periwayatannya: Di zaman Rasulallah pernah diceritakan bahwa ada seorang yang tidak beragama yang telah membunuh seratus orang semasa hidupnya, ingin mencari KEBENARAN. Ketika ia sampai di rumah Rasulallah, sang Nabi sedang sholat. Ternyata, setelah Nabi selesai sholat, orang tersebut sudah meninggal. Ketika para malaikat berdebat akan nasib orang tersebut, Allah memerintahkan para malaikat untuk mengukur langkah orang tersebut semasa hidup. Ternyata, langkah orang tersebut menuju kebenaran lebih banyak SATU langkah daripada langkahnya menuju kejahatan. Maka, Allah menginginkan orang tersebut untuk selamat masuk ke surga-Nya. Orang tersebut belum Islam, bahkan tidak beragama. Tetapi karena orang itu berusaha mencari kebenaran, ia diberikan reward oleh Allah.

Dapat diperkirakan bahwa akan ada sebagian orang yang tidak beragama Islam semasa hidupnya, tetapi tetap mendapatkan pengampunan dari Allah. Kita tidak tahu bagaimana keadilan Allah.

Kita sebagai umat Islam seharusnya tidak sombong dan merasa paling suci karena sudah dijanjikan surga oleh Allah. Sebaliknya, kita harus berusaha untuk menyebarkan kebenaran, kebaikan, keindahan Islam agar saudara-saudara kita bisa mendapatkan pencerahan.

Jadi, udah deh, ga usah berakting jadi tuhan, atau belajar jadi tuhanlah….Wallahu ‘alam…

 

–oOo–

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s