CORATCORETCARUT

RABIAH ADAWIYAH, Sang Pengobar Cinta

Aku mencintai-Mu dengan dua macam cinta; cinta hawa dan cinta karena Engkau memang sudah seharusnya dicintai. Cinta hawa telah membuatku sibuk dengan pelbagai persoalan selain-Mu. Sedangkan cinta sejati, tumbuh karena Engkau memang sudah seharusnya dicintai; cinta yang membuat tirai terbuka hingga aku dapat melihat-Mu. Maka tiada ungkapan puji dariku dalam bentuk cinta manapun, karena ia hanyalah cinta untuk-Mu semata.

niusha-zeigham

 

“Ya Allah, apa pun yang telah Engkau anugerahkan kepadaku di dunia ini, mohon limpahkanlah pula kepada musuh-musuhku. Juga apa-apa yang hendak Engkau berikan kepadaku di akhirat nanti, berikanlah pula kepada ‘sahabat-sahabat’-Mu yang lain. Bagiku, ridha-Mu saja telah mencukupiku ya Rabb”

“Ya Allah, harapan dan keinginanku di dunia ini adalah berdzikir mengingat-Mu di atas segalanya. Dan, di akhirat kelak aku harus dapat berjumpa dengan-Mu secara langsung. Inilah yang hendak kusampaikan: Engkau ridha kepadaku”

“Ya Allah, anugerah terbaik-Mu dalam hatiku adalah harapanku kepada-Mu, kata termanis yang keluar dari lisanku adalah menyebut-Mu, dan saat terindah buatku adalah ketika bertemu dengan-Mu”

“Ya Allah, Tuhanku, aku tidak tahan jika sampai tidak berdzikir mengingat-Mu di dunia ini, bagaimana mungkin aku dapat bertahan tanpa menatap-Mu di akhirat nanti?”

“Ya Allah, keluhku kepada-Mu adalah bahwa aku seorang musyafir di tengah padang sahara-Mu ini, dan aku kesepian di tengah hiruk pikuk makhluk-makhluk-Mu.”

 

–OoO–

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s