CORATCORETCARUT

RASULALLAH BERAKHLAK, UMATNYA….?

ilustrasi-_120221174740-966

Seorang lelaki datang kepada Rasulallah saw menagih hutang dengan suara yang sangat keras. Sahabat yang ada disitu spontan tensi akan memberi pelajaran kepada lelaki itu. Namun dicegah oleh Rasul,”Biarkan, ia berhak demikian, sebab seseorang yang mempunyai hak itu berhak pula mengeluarkan pembicaraan. Berikanlah pada orang itu unta yang sebaya dengan unta yang dahulu dipinjam daripadanya.”

Sahabat yang tensian berkata, “Ya Rasulullah, kita tidak mendapatkan melainkan unta yang lebih tua dari unta yang dipinjam dulu.” Rasuallah, “Berikan sajalah itu, sebab sesungguhnya yang terbaik di antara engkau semua ialah yang terbagus pula keputusannya,”

Riwayat yang lain setelah penaklukkan Kota Makkah, saat itu terdapat kekhawatiran penduduk Makkah akan adanya tindakan balas dendam Rasulallah dan pengikutnya. Namun apa ? Rasulallah memaafkan perbuatan mereka pada masa lalu, tidak ada balas dendam !!! Beliau saw hanya berkata,”Saya hanya katakan kepada kalian sebagaimana ucapan Nabi Yusuf kepada para saudaranya, ‘Tiada celaan atas kalian pada hari ini’. Pergilah! Kalian semua bebas.”

Sebuah contoh tauladan dari Rasulallah untuk umatnya dan masih banyak contoh lainnya dan tentunya tak perlu diceritakan lagi. Akan tetapi walaupun umatnya sangat banyak mengetahui keteladanan dari Rasulallah saw, tak serta merta umatnya bisa “dewasa” dalam beragama. Keislaman yang masih sempit terbatas “teks” bahkan cenderung kaku, tak berani keluar dari apa yang di “taqlid”-kan, fanatisme berlebihan.

Ulama adalah pewaris ajaran Rasulallah, namun hendaknya harus diingat “ulama” adalah manusia dengan segala pemikiran, tingkah laku yang terkadang tak bisa membedakan “subyektif” dan atau “obyektif”. Tidak disadari apa yang di “gulirkan” ulama terkadang ada unsur kepentingan, “like” or “dislike”, untung atau rugi…ulama adalah manusia.

Selain itu, “ulama” yang wanginya pake minyak “oplosan” ini tipikal “ulama dunia”, bukan ulama yang benar-benar ZUHUD !!! Ulama yang masih butuh dunia, mau dibacain….liat aja kendaraannya yang secara akal sehat tidak memungkinkan kehidupan ulama bisa membeli kendaraan “lux”. Betul !!! Rejeki siapa yang tahu, Cuma Allah aja yang tahu, tapi umat adalah manusia yang berakal. Yang memungkinkan adalah “jualan” ayat-ayat.

Demi suatu kepentingan yang di”pesan”, meluncurlah ayat-ayat yang diperlukan untuk kepentingan si pemesan. Multi tafsir tersebar tanpa memperdulikan konteksnya, asbabul-nya, dll. Tengkulak Ayat, pengepul harta.

Sementara si Islam “abangan” hanya tahu cerita ujungnya saja tanpa tahu pangkalnya. “Penistaan”. Agama kita telah dinodai….Beragama secara sakit, sakit akan fanatisme buta, golongannyalah yang paling benar. Yang lain SALAH, bahkan KAFIR !!!

Catatan besarnya untuk “ulama”, mereka baru seumur “Mia Khalifa” dalam belajar agama, baru belajar tuntunan do’a, baru muallaf, sudah disebut ulama, ustad, kiai, habib blah…blah..blah mengalahkan yang benar-benar ulama, yang seumur hidupnya telah “kecebur” dalam ke-Islaman, tulisan banyak tersebar, bukunya banyak dan telah dibedah, dan segudang ilmu sudah ditelan. Mereka yang sesungguhnya ulama cenderung malu dipanggil kiai, ustad, habib atau kanjeng. Justru mereka sangat senang disebut cak, gus, mbah.

Saya yakin sebenarnya kebanyakan orang Islam “cerdas” lebih memilih diam dalam menyikapi masalah yang berkembang di umat saat ini dibandingkan yang “terlihat” over acting menunjukkan kekuatan ke public. Kenapa saya bisa yakin ? Dari hati yang paling dalam orang Islam tidak suka adanya radikalisme semenjak pelajaran “98”, aksi terror di luar dan dalam negeri. Dari hati yang paling dalam orang Islam itu cinta damai. Berapa banyak sih pendukung radikalisme en terorisme ?

Orang Islam “cerdas” yang memilih diam inipun juga memiliki santri/massa, dan mungkin lebih banyak dari kelompok yang suka “show off”. Ada sejumlah “Gus” yang berpengaruh, ada lagi sejumlah “kiai” berpengaruh, “Habib” kharismatik yang juga memiliki massa. Ini baru yang di Jawa. Belum terhitung diluar Jawa. Mereka inilah yang mungkin ulama “zuhud” sesungguhnya yang turun gunungnya jika benar-benar keadaan akan menuju “orgasme”.

IRONIS,

Itulah kenyataannya, ketauladanan Rasulallah lenyap dalam suatu kepentingan !!! Gerombolan bertopeng ormas, politisi busuk, pengusung bendera khilafah, Ulama Tengkulak Ayat berkumpul menunjukkan TARING keislaman yang arogan, wajah angkuh dan marah. Reinkarnasi nafsu Abu Jahal, Abu Lahab, Muawiyah, Yazid dll untuk melanggengkan nikmatnya dunia, Naudzubillah.

 

(momen 02/12/2016, aksi nge”bela”in Islam)

 

–oOo–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s