ESAI · NASIHAT

BERSATU DALAM TENDA TOLERANSI

Banyak para ulama-ulama kita selalu menyerukan persatuan dan kesatuan dalam bingkai toleransi. Entah apapun toleransinya, toleransi kultural, budaya, toleransi politik, terutama yang paling sensitif adalah toleransi keberagaman agama.

Khusus dalam Islam adanya toleransi pemahaman dan mazhab (aswaja suni & syiah), toleransi pemikiran Islam. Setiap umat harus menghargai konsep pemikiran, utamanya banyak sekali friksi terhadap konsep pemikiran Islam yang menjadi Rahmat Seluruh Alam.

Kita sama-sama tahu dalam Ali Imran 103,”…dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai”.

Cadas sektarian dari pemahaman2 yang ingin menghancurkan persatuan umat yang diusung paham ekstrim radikal, jika kita konter dengan bersatunya umat dengan semangat saling toleransi menghormati keyakinan lambat laun akan hancur juga.

Kita harus menghilangkan “ego” bahwa paham kita yang lebih benar,”saya benar, kamu kafir”.

Kita berada di jaman berlimpahnya “ilmu”, pengetahuan yang tak terbatas. Banyak ulama-ulama “baik” yang hebat pemikirannya, keluasan ilmunya, kekuatan zuhudnya, kearifannya malah di caci maki, dihina dan dianggap sampah.

Umat lebih suka “ulama” yang kadar keilmuannya karbitan, ulama pendatang baru yang lebih memberikan “sisi” hiburan hahaha-hehehe, ulama komersil cinta dunia, ulama BAPER, bahkan ada ulama “adrenalin” yang kesannya seperti cheerleader provokatif.

Ulama dengan keluasan ilmu cenderung dijauhi dan dihindari. Bahkan tak dianggap “nasihat”nya. Padahal akal kita diberkahi oleh kecerdasan dan kepandaian untuk memilih yang manakah ulama yang memiliki keluasan ilmu.

Dari ulama-ulama yang luas ilmunya inilah lahir mata air kebijaksanaan dan kearifan, serta cahaya keteladanan. Ketenangan jiwa yang hadir dari kearifan inilah yang banyak melahirkan pikiran-pikiran yang baik, penghapus kedengkian, menggusur kefanatikan dan melahirkan kekuatan untuk bersatu dalam bingkai toleransi saling menghargai.

Kesatuan hati dan persatuan umat membuat langkah bersama menuju kebangkitan dan kemajuan umat. Akhirnya kesadaran kitalah yang bisa menolong diri kita sendiri.

“Taatlah kamu sekalian kepada Allah dan RasulNya, dan jangalah berbantah-bantahan yang (hanya akan) menyebabkan kamu menderita kekalahan serta hilangnya kekuatanmu” Al Anfal 46.

Imam Ja’far Ash Shadiq as berkata,” Bertakwalah kalian kepada Allah. Dan jadilah kamu sekalian saudara-saudara yang senantiasa berbuat baik kepada sesamanya, saling mencintai karena Allah, saling menghubungi, saling merendahkan diri, saling mengasihi, saling mengunjungi dan saling bertemu serta hidupkan (siarkan) ajaran kami (Ahlul Bayt)”

Wallahu alam…

 

15391101_1165454450199304_5772371932187571708_n-ok

 

 

–oOo–

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s