CORATCORETCARUT · ESAI

PERSATUAN SUNI & SYIAH

Dalam pikiran saya…(hehehehe…pas kebetulan aja lagi mikir nih), kunjungan delegasi MPR RI ke Iran sangatlah tepat. Ditengah “hingar-bingar” permasalahan yang tengah terjadi di Indonesia, perlu adanya pembelajar masalah persatuan lewat makna Revolusi Islam Iran. Sebenarnya kata yang tepat; saling bertukar pengalaman masalah persatuan, sebab Indonesia-pun lahir dari “buah” persatuan dan kesatuan. Pembelajar yang saya maksudkan adalah sepertinya Indonesia harus di “refresh” lagi mengenai Persatuan dan Kesatuan yang semakin terkikis.

 

Terkikis ?

Ya !!!, Banyaknya bentuk paham radikal dari yang model “tulang lunak” seperti HT*, P*S, AN**S sampai paham radikal model “sumbu pendek” F*I membuat kesadaran akan Nasionalis memudar. Doktrin2, hasutan, provokasi model pemandu sorak, hingga ta’lim pengusung paham khilafah menolak negara kesatuan Republik Indonesia atau ideologi Pancasila. Padahal jika mereka mau lebih belajar lagi, para pejuang negara berkorban jiwa dan raga serta doa bersama-sama untuk meraih kemerdekaan tanpa melihat perbedaan suku, ras dan agama, dan bukan pemberian siapapun selain hadiah terbesar Tuhan, Allah Maha Besar:

“Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) tentang DiriKu, maka jawablah, bahwa Aku ini dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaknya mereka itu memenuhi perintahKu dan hendaklah mereka yakin kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Al-Baqarah : 186)

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d : 11)

Lebih jauh lagi, seharusnya mereka kembali membuka kajiannya terhadap Pancasila yang sesuai dengan ajaran Al-Quran (Kalo ada waktu kita korek2 Pancasila yaaa).

Mustinya mereka2 malu hidup dan tinggal di Indonesia, tanpa harus berjuang dengan “darah” yang tertumpah dan hanya tinggal menikmati apa yang telah diperjuangkan para syuhada negara.

Melirik persatuan Republik Islam Iran yang diikat semangat Revolusi Islam Iran, sesungguhnya terdapat kesamaan dengan model perjuangan pahlawan kita. Mempersatukan keberagaman agama (Islam, Nasrani, Yahudi, Yazidi, Baha’i, Zoroaster dll), perbedaan mazhab (Syiah & Suni), dan lainnya, bersatu demi bersama-sama membangun negara.

Sebenarnya saya merasakan adanya momentum atau suatu agenda yang sangat penting dan sangat mendesak terhadap suatu masalah klasik, yaitu persatuan Islam (Suni & Syiah). Ditengah hantaman besar paham radikal Wahabi yang melanda Indonesia dengan aksi-aksi “bunglon” mereka. Adanya aksi teroris berkedok agama, demo2 “kepentingan” terselubung, pembubaran atau pelarangan acara keagamaan kaum minoritas dan lainnya.

Persatuan Suni & Syiah adalah solusi, merupakan 1 poin penting yang perlu di apresiasi kepada MPR RI & Parlemen Iran. Walaupun “sedikit” ternodai oleh pernyataan klarifikasi anggota delegasi Indonesia yang tidak layak diteladani, “HNW”, yang ternyata salah satu pentolan kaum Gagal Paham Wahabi “tulang lunak”. Padahal misi kunjungan tersebut salah satunya mengagendakan persatuan Islam. Entah dimana logika berpikir “HNW” ini.

Disambung lagi dengan kunjungan Pakde Joko ke Iran beberapa hari kemudian, menambah “sakit hati” kaum Gagal Paham Wahabi “tulang lunak” dan Wahabi “sumbu pendek”. Terlebih “keindahan” yang tiada tara manakala Pakde bertemu dan diterima dengan mesra dan manis sang Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamene’i.

Ini adalah penegasan dan “warning” kepada kaum gagal paham bahwa kemesraan ini takkan pernah berlalu. Jalinan mesra yg sebelumnya juga dirajut saat Sayyid Ahmadinejad datang ke Indonesia, mengukuhkan bahwa Suni & Syiah bisa bersatu. Lagi pula, menjalin hubungan dengan Republik Islam Iran sepertinya lebih bermanfaat ketimbang berhubungan dengan Arab Saudi. Paling-paling ngomongin kuota haji, TKI atau yg jadul kerjasama dengan bantuan hibah Alquran.

Dengan Republik Islam Iran setidaknya sangat bermanfaat, karena negara Iran merupakan negara Islam yang sangat maju dalam hal teknologi . Indonesia bisa “transfer” teknologi, investasi sains, semua tentang ilmu. Disitulah seharusnya kita banyak berharap dari kunjungan tersebut. Yaaaaah, paling-paling sudah bisa ditebak fitnah yang akan beredar, “Jokowi Syiah”, Indonesia akan impor ajaran syiah, impor cewe mut’ah, blah…blah…biarkan saja mereka dengan gonggongannya, kita Berjaya !!!

Demikian hasil pemikiran liar saya, mudah-mudahan akan semakin liar !!!

(foto diambil dari: ABNA, http://id.abna24.com/service/pictorial//archive/2016/12/15/798249/story.html)

cdc679bebbe282e170ab6fe0dca8445e_971

–oOo–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s