BERITA · ESAI

Meluruskan Konsep Amar Ma’ruf Nahi Munkar FPI

Sebuah tulisan: Ari Rahman El Halimi

FPI (Front Pembela Islam) sebagai organisasi keislaman yang memiliki pemahaman konservatif. FPI dikenal sebagai paham radikal dan anarkis. konsep amar ma’ruf nahi munkar yang telah digunakan oleh FPI untuk memberantas kemunkaran setidaknya menjadi pelajaran penting untuk dikritisi.

Dalam memberantas kemunkaran seharusnya menggunakan metode yang santun. Sebab, sebagian berpendapat kemunkaran merupakan salah satu bagian dari hidup seseorang. Untuk menjaga konsep keislaman amar ma’ruf nahi munkar tentunya, tidak melulu menggunakan kekerasan. Pendekatan persuasif sangat dibutuhkan untuk menerapkan konsep ini.

Untuk mengaplikasikan amar ma’ruf nahi munkar sebaiknya lebih dulu memperbaiki diri sendiri daripada memberantas kemunkaran. Apabila seseorang sudah memberantas kemaksiatan tetapi belum menjalankan untuk dirinya sendiri, maka apa bedanya dengan istilah “Tong kosong nyaring bunyinya” sebab, untuk menerapkan konsep amar ma’ruf nahi munkar membutuhkan metode pendekatan.

Menurut Sejarah, para wali dulu dalam menyebarkan ajaran agama Islam menggunakan metode pendekatan dan persuasif untuk mengajak para masyarakat nusantara memeluk agama Islam. Para wali dulu mengakuluturasikan antarajaran agama dan budaya kepada masyarakat nusantara.

Maka dari itu, Islam dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat nusantara. Terlepas dari masyarakat nusantara merupakan masyarakat pesisir pantai yang dikenal ramah dan terbuka.

Dalam literatur diceritakan bahwa Raden Qosim Syarifuddin (Sunan Drajat) dalam menyebarkan ajaran Islam perhatiannya difokuskan kepada masalah kesenjangan sosial. Saat itu, ia banyak membantu yatim piatu, orang sakit, dan orang sengsara. Sunan Drajat juga menggunakan media kesenian dalam dakwahnya, ia menciptakan tembang Jawa (Tembang Pangkur) yang hingga kini masih digemari.

Konsep ajaran penyebaran Sunan Drajat dan para wali tentunya dapat diterapkan dalam menerapkan konsep amar ma’ruf nahi munkar, kepiawayan para wali dalam menyebarkan ajaran Islam di nusantara patut ditiru oleh ormas-ormas Islam yang berideologi radikal.

Radikalisme Musuh Pancasila

Menurut Dawinsha, radikalisme hampir sama dengan teroris. Tetapi meskipun sama tetap ada perbedaanya meski sangat sedikit. Radikalisme merupakan kebijakan dan terorisme merupakan bagian dari kebijakan radikal tersebut.

Dawinsha mengemukakan lebih tajam lagi, bahwasanya radikalisme mengandung sikap jiwa yang membawa kepada tindakan yang bertujuan melemahkan dan merubah tatanan kemapanan dan menggantinya dengan gagasan yang baru. Lebih jauh lagi ia mengemukakan radikalisme sebagai pemahaman negatif bahkan dapat berbahaya sebagai ekstrem kiri atau kanan.

Ideologi radikalisme berbahaya bagi tatanan demokrasi Indonesia yang berasaskan Pancasila. Sebab, radikalisme mempunyai pemahaman tentang melemahkan bahkan merubah tatanan lama menjadi gagasan baru. Dalam hal ini, ideologi radikalisme dapat mendoktrin para kaum-kaum yang tidak berpikir secara kritis.

Tentunya, paham radikalisme dapat menjadi musuh baru untuk Pancasila. Hal itu pun gencar dengan banyaknya aksi terror yang telah buming akhir-akhir ini. Indonesia dengan keberagamanya yang disematkan dalam Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa, kita, masuknya pemahaman radikalisme tersebut dapat memecah belah bangsa. Terbuti, beberapa akhir ini paham radikalisme telah mendominasi ideologi kepancasilaan.

Pencegahan untuk membendung pemahaman itu harus dicanangkan sejak dini. Terhadap anak-anak dan kaum-kaum konservatif. Pemahaman doktrin tentang jihad harus lebih digagaskan dengan pemahaman yang berbeda. Tentunya, gagasan-gagasan tentang metode jihad dirubah bukan lagi tentang kekerasan. Tetapi, dengan pendekatan.

Oleh karena itu, pencegahan sejak dini harus lebih dicanangkan sejak dini bagi kaum-kaum tertentu khususnya terhadap anak-anak. Agar kelak tidak terjadi kesalahpahaman tentang hal-hal yang berkaitan dengan konsep amar ma’ruf nahi munkar.

sumber: http://www.qureta.com/post/meluruskan-konsep-amar-maruf-nahi-munkar-fpi

 

–oOo–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s