CORATCORETCARUT

DI BALIK TABLIG AKSI BELA

suporter-salah-satu-kesebelasan-membentangkan-spanduk-dan-menyalakan-kembang-_120216192952-570

 

Membaca berita, Ketua Kelompok Nelayan Pulau Pramuka Abdullah bin Saidah yang menyatakan untuk minta ditunda “aksi bela-belain”, katanya sih sudah mencium aroma politik dari tabligh tersebut. Terlebih setelah pernyataan yang katanya “HABIB” Novelis bilang bahwa orang Islam di pulau pramuka kurang beriman.

Awalnya kehidupan mereka sangatlah tentram, kemudian dihebohkan dengan pemberitaan “penistaan” tersebut, hingga pada saat persidangan disentil lagi masalah keimanan yang enggak bener, hingga berujung akan diadakan tablig akbar, seakan-akan merupakan “pembenaran” bahwa “iman” orang2 di kepulauan (p. pramuka) tidak benar atau kurang beriman.

WTF !!! Kalo kamu dikatakan oleh teman kamu,”Eh elo tuh imannya kurang”, sudah sewajarnya kamu, saya, anda, kalian akan marah kalo dibilang kurang beriman. Apalagi para warga kepulauan !!! Sungguh menyakitkan, iman kita dinilai oleh “manusia” !!! Betapa mulianya manusia tersebut (kalo emang itu adalah manusia).

Kita bisa melihat sangat jelas sekali arah dari tablik tersebut, dan semakin terkuaklah sebenarnya kasus tersebut adalah murni politik. Alangkah tidak bijaknya yang katanya mengaku ulama malah memperkeruh situasi dan mencari “posisi” pada situasi tersebut.

Siapa yang tau iman “Habib” Novelis lebih baik dari orang2 kepulauan ?

Siapa yang tau iman A’a Kym lebih baik dari orang2 kepulauan ?

Siapa yang tau iman ustajah Iri-nye Handodo lebih baik dari orang2 kepulauan ?

 

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. [10:36]

 

……Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

Iman merupakan hal diyakini dalam hati  ataupun diucapkan dengan lisan namun dibuktikan dengan perbuatan, artinya adalah tercermin pada akhlak dan tingkah laku. Sekali lagi, iman adalah berkaitan dengan perbuatan atau akhlak. Bisakah keimanan diukur ? Itu adalah urusan antara makhluk dengan Tuhannya. Untuk mengukur iman kita sendiri saja sulit, bagaimana mencampuri urusan keimanan orang lain.

Saya tidak menentang agama saya, Islam, tapi saya justru disuruh Islam untuk berpikir… “Afala Ya’kilun, Afala Yatafakkarun” (Apakah kalian tak berakal, apakah kalian tak berpikir)….meng-Islam-kan orang Islam ternyata lebih sulit !!!

Wallahualam,

 

–oOo–

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s