AGAMA · CORATCORETCARUT

SAAT AJALMU TIBA, TIDAK MENUNGGU TAUBATMU

Bismillah

Mari, pejamkan mata kita lima menit. Bayangkanlah detik-detik sakaratul maut yang suatu saat pasti menimpa kita. Bayangkanlah beratnya pencabutan nyawa dan penderitaannya. Bayangkanlah ketika nyawa kita benar-benar telah lepas dari tubuh. Dan itulah kematian. Bayangkanlah saat perpisahan kita selama-lamanya itu dengan istri, orang tua, anak-anak, orang-orang tercinta dan segenap sahabat kita. Jasad kita di tempat pemandian. Kita dimandikan dan dikafani. Selanjutnya kita dibawa ke masjid untuk disholatkan. Lalu kita dipanggul d atas pundak-pundak orang-orang untuk dikuburkan.

Bayangkanlah bahwa malam ini adalah malam pertama kita di kuburan ! Bayangkanlah kedatangan malaikat Munkar dan Nakir yang akan menguji kita dengan beberapa pertanyaan. Bayangkanlah kengerian anda seandainya tiba-tiba lidah kita kelu tak mampu menjawab. Bayangkanlah amal perbuatan kita yang akan dijelmakan menjadi manusia untuk menemani kita. Adakah ia seorang manusia yang rupawan atau manusia terjelek yang pernah kita lewat?Bayangkanlah kesendirian kita , kegelapan dosa dan maksiat yang pernah kita lakukan. Bayangkanlah ratusan atau bahwan ribuan tahun penantian datangnya kiamat?

Bayangkanlah apakah kuburan kita itu menjadi bagian dari taman surga ? Ataukah nenjadi bagian dari neraka ? Bayangkanlah keinginan kita bisa kembali ke dunia, meski sehari untuk menambah amal sholeh. Bayangkanlah betapa butuhnya kita terhadap tambahan pahala, tetapi anda kita berdaya. Bayangkanlah betapa beratnya, betapa menderitanya.

Yakinlah kita pasti mengalami semua itu, entah kapan. Yang jelas, kurang dari 100 tahun kita sudah meninggal dunia. Tapi bisa jadi, besok atau minggu depan, bulan depan, atau tahun depan kita sudah mati. Kematian selalu mengintai manusia di mana saja dia suka, tidak peduli siang atau malam,anak-anak, remaja atau sudah tua. Tidak peduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja/pemimpin atau rakyat jelata, pria atau wanita. Tidak peduli di rumah, di kantor, atau di perjalanan, didarat, di laut atau di udara. Ya tidak seorang pun dari kita yang memastikan dirinya aman dari kematian.

Lalu, apa bekal dan persiapan kita untuk kematian yang sewaktu-waktu menyergap kita ? Pasti kita keluhkan dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit. Tapi, bersyukurlah kita sekarang masih hidup, kita belum mati.

Jemputlah bekal kematian sekarang. Sebelum datang menyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna. yakin kita pasti mengalami semua itu, entah kapan. yang jelas, kurang dari 100 tahun kita sudah pasti mati.

Kematian selalu mengintai manusia di mana saja ia berada. tidak peduli siang atau malam, anak-anak, remaja, atau sudah tua. Tidak perduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja atau rakyat jelata, pria atau wanita. ya, tidak seorang pun dari kita yang bisa memastikan dirinya aman dari kematian.

Lalu, apa bekal dan persiapan kita untuk kematian yang sewaktu-waktu menyergap kita/bagaimana jika kita mati hari ini? Pasti kita mengeluh dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit ! Tapi bersyukurlah kita sekarang masih hidup, kita belum mati. jemputlah bekal kematian kita sekarang. sebelum datang penyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna.

Renungkanlah….Wallahu’alaam

17795947_356317768095369_6362473579046919766_n

 

—oOo—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s