AGAMA · ESAI

TIDAK MEMAKAI JILBAB, BUKAN BERARTI MENENTANG JILBAB

Saya adalah orang yang percaya memakai jilbab itu baik, dan apapun yang diperintahkan oleh agama adalah bertujuan baik. Saya hanya tidak terlalu suka dengan orang yang sok belagu bersuara masalah wajibnya berjilbab (hijab), sedangkan kelakuannya masih suka bergunjing, ngomongin orang, pokoknya sok suci paling bersyariah.

( SAYA MENENTANG BERJILBAB, karena saya laki-laki begoooo !!!! Masa laki-laki pake jilbab…)

Beautiful Persian – Iranian Girls Photos 2014 (1)

Pada dasarnya beberapa ayat-ayat Al Qur’an yang menjadi dasar kewajiban untuk berjilbab masih beragam penafsiran dari beberapa ulama tafsir, dan beberapa ulama tafsir tersebut berpendapat bahwa ayat tersebut turun berdasar konteks pada zamannya, dan lebih menekankan pada kesopanan atau etika.

Mungkin pendapat ini bisa dibilang tak sejalan dengan apa yang diyakini mayoritas muslim/muslimah. Malah beberapa teman yang diajak berdiskusi, “Katanya Islam tapi menentang aturan ber-jilbab. Islam itu satu paket bro, semua perintah yang diturunkan harus dituruti! Lo gak takut dosa ?” atau setidaknya kalau argumentasi yang diberikan ditolak langsung mengatakan,”Dasar Liberal loooo” atau “Syiah” atau “Muktazilah”.

Bagi saya, beragama haruslah berakal, tanpa akal akan sulit memahami ajaran agama. Tapi bukannya beragama hanya berdasarkan nalar dan seenaknya saja. Memahami ayat-ayat Al Quran yang menjadi pegangan juga harus memakai ilmu. Dan kita memiliki ulama yang benar-benar mengerti ilmu tersebut.

muslimah-syiah-iran-2Ulama tersebut haruslah menguasai ilmu-ilmu untuk menafsirkan, menterjemahkan dan mengartikan Al Quran:

  1. Ilmu Lughat (filologi), yaitu ilmu untuk mengetahui arti setiap kata al Quran
  2. Ilmu Nahwu (tata bahasa), Sangat penting mengetahui ilmu Nahwu, karena sedikit saja I’rab (bacaan akhir kata) berubah akan mengubah arti perkataan itu. Sedangkan pengetahuan tentang I’rab hanya didapat dalam ilmu Nahwu.
  3. Ilmu Sharaf (perubahan bentuk kata), Mengetahui Ilmu sharaf sangat penting, karena perubahan sedikit bentuk suatu kata akan mengubah maknanya
  4. Ilmu Isytiqaq (akar kata, Mengetahui ilmu isytiqaq sangatlah penting. Dengan ilmu ini dapat diketahui asal-usul kata. Ada beberapa kata yang berasal dari dua kata yang berbeda, sehingga berbeda makna. Seperti kata ‘masih’ berasal dari kata ‘masah’ yang artinya menyentuh atau menggerakkan tangan yang basah ke atas suatu benda, atau juga berasal dari kata ‘masahat’ yang berarti ukuran
  5. Ilmu Ma’ani, Ilmu ini sangat penting di ketahui, karena dengan ilmu ini susunan kalimat dapat di ketahui dengan melihat maknanya
  6. Ilmu Bayaan, Yaitu ilmu yang mempelajari makna kata yang zhahir dan yang tersembunyi, juga mempelajari kiasan serta permisalan kata
  7. Ilmu Badi’, yakni ilmu yang mempelajari keindahan bahasa. Ketiga bidang ilmu di atas juga di sebut sebagai cabang ilmu balaghah yang sangat penting dimiliki oleh para ahli tafsir
  8. Ilmu Qira’at, Ilmu ini sangat penting dipelajari, karena perbedaan bacaan dapat mengubah makna ayat. Ilmu ini membantu menentukan makna paling tepat di antara makna-makna suatu kata
  9. Ilmu Aqa’id, Ilmu yang sangat penting di pelajari ini mempelajari dasar-dasar keimanan, kadangkala ada satu ayat yang arti zhahirnya tidak mungkin diperuntukkan bagi Allah swt
  10. Ushu l Fiqih, Mempelajari ilmu ushul fiqih sangat penting, karena dengan ilmu ini kita dapat mengambil dalil dan menggali hukum dari suatu ayat
  11. Ilmu Asbabun-Nuzul, Yaitu ilmu untuk mengetahui sebab-sebab turunnya ayat al Quran. Dengan mengetahui sebab-sebab turunnya, maka maksud suatu ayat mudah di pahami. Karena kadangkala maksud suatu ayat itu bergantung pada asbabun nuzul-nya
  12. Ilmu Nasikh Mansukh, Dengan ilmu ini dapat dipelajari suatu hokum uang sudah di hapus dan hokum yang masih tetap berlaku.
  13. Ilmu Fiqih, Ilmu ini sangat penting dipelajari. Dengan menguasai hokum-hukum yang rinci akan mudah mengetahui hukum global.
  14. Ilmu Hadist, Ilmu untuk mengetahui hadist-hadist yang menafsirkan ayat-ayat al Quran
  15. Ilmu Wahbi, Ilmu khusus yang di berikan Allah kepada hamba-nya yang istimewa

aedd848c0025bb692cfa8b93d73d2d2bIlmu-ilmu di atas adalah alat bagi para mufassir al Quran (Termasuk Mufassir besar Indonesia ustad Quraish Shihab yang buku tafsirnya menjadi pedoman ulama-ulama dunia). Seseorang yang tidak memiliki ilmu-ilmu tersebut jika menafsirkan al Quran, artinya ia telah menafsirkan menurut pendapatnya sendiri, seenaknya sendiri.

Naaah, saya mengikuti mufassir ustad Quraish Shihab, artinya jika ada komentar, “Katanya Islam tapi menentang aturan ber-jilbab. Islam itu satu paket bro, semua perintah yang diturunkan harus dituruti! Kamu tidak takut berdosa?”, AKAN SAYA ABAIKAN. Saya lebih mengikuti orang berilmu ketimbang orang yg mengikuti asumsi sendir TANPA ILMU !!!

Ustad Quraish Shihab adalah ulama yang tidak menekankan keharusan pemakaian jilbab, saya memilih pendapat sang ustad karena:

  1. Masalah tafsir adalah masalah khilafiyah dan masih ada solusi lain.
  2. Perlu diingat bahwa tidak ada otoritas tunggal dalam Islam (dalam artian Hak Mutlak pembuat Fatwa), Bahwa Al Qur’an dan hadis jadi panduan utama, itu adalah keyakinan yang harus dipegang umat muslim, tapi tiap ayat Al Qur’an dapat diberi banyak tafsir, tergantung mazhab yang diyakini, tergantung ulama yang diikuti, tergantung si muslimin atau muslimah memutuskan percaya tafsir yang mana.
  3. Ada penganut Islam yang memilih penafsiran yang harfiah terhadap Al Qur’an, bahwa tiap ayatnya harus dibaca secara literal (tekstual) dan diterapkan saklek (kaku) tanpa melihat konteks turunnya ayat tersebut. Dan saya memahami bahwa memahami Al Quran perlu tahu “konteks-latar belakang-sebab musabab” dalam tafsir.
  4. Kalau bukan ahli tafsir kenapa ngotot harus memaksakan pendapatnya agar diterima orang lain, mengapa tidak ikuti saja apa yang dikatakan ulama yang diyakini ? Dan hormati saja keyakinan dan pemahaman orang lain.
  5. Kita diberi akal untuk menganalisis dan memutuskan kepercayaan maupun tindakan sebelum mengikuti atau menolak suatu tafsir, bukan untuk membebek menuruti suatu tafsir begitu saja

Ada beberapa jenis muslimah:

  1. Yang percaya jilbab wajib dan memakainya, adalah mereka yang percaya jilbab adalah perintah Allah, dan memutuskan mengenakannya setiap hari. Baik pemakai jilbab modis (“hijabers”) maupun jilbab panjang bak gorden, sepanjang alasannya adalah percaya jilbab itu wajib, dapat digolongkan dalam kelompok ini.
  2. Yang percaya jilbab wajib tetapi tidak memakainya, adalah muslimah yang yakin jilbab itu wajib namun merasa belum siap memakainya. Mungkin karena masih menikmati hal yang dicap “duniawi” seperti sering pergi ke klub malam, minum alkohol, atau tidak rajin salat, mereka melihat diri belum pantas memakai jilbab, simbol ketaatan beragama.1d4ec5904ea81b655c541a5326f6c866
  3. Yang tidak percaya jilbab wajib tetapi memakainya adalah yang tidak percaya jilbab wajib tapi memakainya. Ada yang karena terpaksa karena peraturan mengharuskannya, ada yang memilih memakai jilbab karena keuntungan sosial seperti lebih diterima di lembaga religius atau kelompok sosialnya.
  4. Yang tidak percaya jilbab wajib dan tidak memakainya adalah mereka yang tidak meyakini kewajiban berjilbab dan tidak mengenakannya.

Jadi, memiliki pendapat dan keyakinan sendiri bukan untuk diributkan, silahkan memilih !!! Biarkan Allah SWT yang menilai !!! Bukan kamu….iya…kamu !!!

 

–oOo–

Advertisements

2 thoughts on “TIDAK MEMAKAI JILBAB, BUKAN BERARTI MENENTANG JILBAB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s