AGAMA · ESAI

MALAM JUMAT “SUNAH RASUL “ ?

Pernah dengar kata-kata ini, “Malam jum’at bro…mau pulang dulu,”nyunah rasul”. Kata-kata “sunah rasul” di persepsikan oleh umum sebagai melakukan hubungan “Suami-Istri” di malam Jumat.

Atau pernah dengar hadis ini:

”Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.”

 

Saya akan “menelanjangi” persepsi yang sudah berkembang umum di masyarakat, saya katakan itu “NGACO”. Ini menurut pemahaman, “pikir-pikir” & renungan saya, jadi tak usah didebat, cukup direnungkan saja (lagi).

 

  • BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI

Pertanyaannya adalah, Pernahkah anda menceritakan masalah berhubungan badan (suami-istri) dengan istri anda kepada teman, sahabat, saudara, kakak, adik anda atau orang selain anda ?

“Bro balik dulu, malem jumat nih, mau maen “kuda-kudaan” ama bini nih…”, ini ala kita.

Gimana kalo Rasul ke sahabatnya: “Sahabatku, malem jumat nih, ane mau maen “kuda-kudaan” dulu ya”.

Bayangin seorang Rasul yang mulia pamitan sama sahabat mau “kimpoy”. Ingat setiap perkataan, perbuatan dan tindak tanduk Rasul akan menjadi teladan atau sunnah bagi umatnya.

So, hal-hal yang terkait dengan sex cukup tabu dibicarakan secara terbuka, tidak layak dalam etika kepantasan, bagi kita. Begitu juga dengan Rasulullah SAW. Hal yang sangat tidak mungkin seorang Rasulullah SAW menyalahi etika kepantasan. Tentunya untuk masalah tersebut sudah ada dalam Hukum Fiqih tanpa harus ber-vulgar ria seorang Rasulullah SAW berperilaku, beradab dan dijadikan sunnah.

 

  • MEMBUNUH 100 YAHUDI

Islam adalah agama penuh Rahmat, agama yang Rahmatan Lil Alamin, tidaklah mungkin kontra dengan mengajarkan membunuh. Membunuh, menyiksa atau menyakiti makhluk lain atau merusak tanaman adalah dilarang dalam Islam, apalagi membunuh manusia (100 Yahudi).

Semua agama pun melarang itu.

Dari kedua poin dalam hadis tersebut, beberapa ulama mencari riwayat hadist di atas, namun belum ditemukan dalam kitab manapun (Terlebih Kitab Hadis). Kesimpulan dari hadis “sunnah Rasul” tersebut adalah SAMA SEKALI BUKAN HADIS, atau hanya karangan saja.

Para ulama ahli hadis meneliti sanad hadis berhubungan suami istri pada malam Jum’at tersebut dan hanya menemukan bahwa sanadnya berhenti pada seorang Habib yang tidak tersambung ke sahabat, apalagi ke Rasulullah SAW. Dan sangat jelas itu bukanlah Hadis. Rasulullah SAW tidak menghususkan malam jum’at sebagai demikian itu.

Jadi, secara nalar ungkapan tersebut diatas bukanlah merupakan Hadis.

Beragama dengan Akal dan Akal sangat diperlukan dalam Bergama.

 

Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR. Tirmidzi no. 496. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

meme-lucu-Dp-bbm-malam-jumat-lucu-terbaru

 

–oOo–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s